- Simpan bandeng dalam suhu dingin freezer
- Pastikan kemasan tidak rusak
- Jangan dimakan bila bandeng telah berjamur
Selasa, 2008 November 11
Cara Menyimpan Bandeng
Cara Memasak Bandeng
- Hangatkan ataw goreng selama 5 menit
- Akan lebih nikmat bila bandeng diolesi oleh telur
- Sajikan bandeng dengan sambal ataw saus
Kamis, 2008 November 06
Did u know, sahabat?
Sahabat perindu makanan bergizi boleh tersenyum sekarang, mengapa demikian? jawabannya adalah dengan hadirnya "PT. TANIA COPE FOOD" dengan produknya bandeng presto tania diharapkan akan memudahkan sahabat semua untuk mendapatkan manfaatnya secara langsung.Dengan dipresto, bandeng lebih mudah dikonsumsi dan cita rasanya meningkat. Mengingat kandungan protein, vitamin, dan mineralnya yang tinggi, bandeng presto sangat baik bagi pertumbuhan anak-anak dan remaja. Konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia adalah 19,14 kg. Dibadingkan dengan Jepang, yang mencapal 110 kg, angka konsumsi ikan di Indonesia sangatlah kecil. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan.
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3, yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Protein Tinggi Bandeng, yang dalam bahasa Latin disebut Chanos chanos atau milk fish (bahasa Inggris), merupakan ikan tambak yang banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, Sumatera Selatan, Aceh, dan Sumatera Utara. Komposisi gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg. vitamin A 150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg.
Berdasarkan komposisi gizi tersebut, bandeng digolongkan sebagai ikan berprotein tinggi dan berlemak rendah. Bandeng termasuk ikan bertulang keras, dagingnya berwarna putih susu, dan strukturnya padat dengan duri-duri halus. Bandeng dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti diasap, dipanggang, digoreng, dan dipresto.
Salah satu hambatan dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan bandeng adalah dagingnya yang berbau lumpur serta duri-duri halusnya yang tidak mudah dibersihkan. Dengan demikian, bandeng sangat tidak praktis untuk dikonsumsi, terutama oleh anak-anak dan golongan lanjut usia. Salah satu upaya untuk mengatasi hambatan dalam pemanfaatan bandeng adalah dengan mengolahnya secara dipresto. Di Indonesia, bandeng presto masih belum dikenal secara luas dan jumlah produksinya masih di bawah ikan asin. Namun, pada masa yang akan datang, pengolahan bandeng secara presto cukup cerah prospeknya.
Proses Pembuatan :
Cita rasa yang dimilikinya pun jauh lebih enak dibandingkan dengan ikan yang diolah secara diasin ataupun dengan cara lainnya. Hingga kini sentra produksi bandeng presto adalah di Semarang, tapi agen penjualan dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Lampung, dan daerah lainnya. Pindang presto dibuat dengan cara memasak ikan pada suhu dan tekanan tinggi, umumnya dilakukan dengan autodave atau press-cooker selama 60-90 menit pada tekanan sekitar satu atmosfer. Dengan cara demikian akan dihasilkan pindang dengan tekstur yang sangat lunak, tidak hanya pada bagian daging, tapi juga tulangnya. Itulah sebabnya presto sering juga disebut sebagai pindang berduri lunak.
Untuk penyimpanannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pada suhu ruang dan dingin (lemari es). Pengemasan vakum dan penyimpanan suhu rendah dapat memperpaniang daya tahan simpan bandeng presto. Daya tahan simpan bandeng presto dengan kemasan biasa mencapai dua hari pada suhu ruang dan 4-7 hari pada suhu lemari es. Dengan kemasan vakum mencapai 20 dan kurang lebih 27 hari.
Daya awet bandeng presto juga ditunjang oleh penggunaan bumbu dalam proses pengolahannya. Jenis dan jumlah burnbu yang digunakan sangat beragam antara satu produsen dengan lainnya. Komponen bumbu inilah yang menjadi ciri khas bandeng presto dari setiap daerah atau produsen. Namun, secara umum, bumbu yang digunakan adalah garam bawang putih bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas ketumbar, biji kemiri, daun jeruk purut, daun salam, cabai, asam, jinten penyedap rasa ( MSG ), dan sedikit benzoat (kurang dari dua persen bobot ikan) sebagai pengawet.
Fungsi bumbu sebagai pemberi cita rasa bersifat bakteriostatik dan germisidal, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan khamir, sekaligus memperpanjang daya awet. Hayoo tunggu apalagi untuk mengkonsumsinya..
Hub : Bang Abu 0856 920 33 550
Jumat, 2008 Oktober 31
Langgan:
Entri (Atom)

